Pantai Parangtritis

Wisata Yogyakarta

Pantai Parangtritis

Wisata Yogyakarta

Pantai Parangtritis

Wisata Yogyakarta

Pantai Parangtritis

Wisata Yogyakarta

Senin, 04 Juli 2016

Pantai Parangtritis Targetkan Sedot 190 Ribu Wisatawan


Pantai Parangtritis Bantul ditargetkan menyedot sebanyak 190.000 wisatawan selama libur Lebaran dan libur sekolah saat ini.

Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul Rohmad Ridwanto mengatakan, pemerintah sengaja mematok target mencapai lebih dari 100.000 wisatawan sebab masa libur kali ini terhitung panjang dibanding hari libur biasanya.






Selain libur Lebaran, masih berlanjut hingga libur sekolah. “Libur Lebaran itukan Rabu [6/7/2016] sampai Minggu [10/7/2016], setelah itu lanjut libur sekolah sampai 17 Juli,” ungkap Rohmad Ridwanto, Jumat (1/7/2016). Peningkatakan kunjungan wisatawan diprediksi mulai terjadi pada hari pertama Lebaran.

Ia berharap, target 190.000 wisatawan yang ditetapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul dapat tercapai minimal mendekati target. “Kami berupaya semaksimal mungkin supaya target 190.000 wisatawan itu tercapai,” papar dia. Penarikan retribusi masuk kawasan Pantai Parangtritis terbagi menjadi dua. Pertama di TPR induk menuju Pantai Parangtirtis serta di TPR Pantai Depok.

Sumber: Harian Jogja

Jumat, 17 Juni 2016

Ikon Wisata Pantai Parangtritis Akan Direvitalisasi

Ikon Pantai Parangtritis

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan merevitalisasi ikon wisata Pantai Parangtritis untuk mempercantik penampilan sarana pendukung di destinasi wisata itu.

"Pada tahun ini, kami ada rencana memperbaiki ikon wisata di Pantai Parangtritis karena memang sudah ada bagian yang mengalami kerusakan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul Bambang Legowo di Bantul, Minggu.

Menurut dia, di kawasan Pantai Parangtritis sudah terbangun ikon wisata berupa tulisan raksasa tiga dimensi "Pantai Parangtritis", ikon yang disiapkan untuk lokasi wisatawan swafoto (selfie) ini dibangun pada 2015.

Namun, kata dia, saat ini salah satu huruf dari tulisan tersebut mengalami kerusakan karena korosi atau degradasi akibat reaksi dengan berbagai zat di lingkungannya sehingga perlu ada perbaikan agar tetap menjadi daya tarik wisatawan.

"Itu (kerusakan) karena kondisi korosi yang luar biasa. Selain diperbaiki, nanti juga akan dibuat sebuah taman di seputaran ikon itu untuk tempat selfie para wisatawan, rencana ada pemasangan cor blok di depannya," katanya.






Ia mengatakan bahwa Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Bantul menganggarkan dana sekitar Rp190 juta bersumber dari APBD Bantul untuk merevitalisasi dan mempercantik penampilan ikon wisata di salah satu objek wisata andalan kabupaten ini dengan panjang sekitar 30 meter tersebut.

"Ini sebagai pemeliharaan dan perawatan untuk mengantisipasi dari kerusakan karena faktor alam. Untuk pengerjaan, kami upayakan pada bulan ini," katanya.

Sementara itu, Staf Sarana dan Prasarana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul Nyono mengatakan bahwa selain merevitalisasi ikon wisata Pantai Parangtritis, pada tahun ini instansinya juga membangun ikon wisata baru untuk tempat swafoto di sejumlah objek wisata setempat.

Ia menyebutkan sejumlah objek wisata itu, antara lain Pantai Depok, Pantai Baru Srandakan, kawasan hutan pinus wilayah perbukitan Desa Mangunan Dlingo, dan kawasan Bukit Bintang Piyungan. Daerah ini memang sudah ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

"Masing-masing kami alokasikan anggaran sekitar Rp191 juta. Khusus di Pantai Depok sudah mulai pengerjaan, kalau harapan kami sebelum Lebaran sudah jadi. Akan tetapi, karena ada gelombang tinggi, mungkin bisa mundur," katanya.

Sumber: AntaraNews

Minggu, 29 Mei 2016

20 Tim Ramaikan Festival Perahu Naga Parangtritis

festival perahu naga pantai parangtritis

Festival Perahu Naga di kawasan Pantai Depok, Parangtritis, Kabupaten Bantul yang digelar 29 Mei 2016, bakal diikuti 20 tim dari dalam dan luar provinsi.

"Sampai saat ini sudah ada sebanyak 20 tim yang mendaftar, 16 tim di antaranya berasal dari DIY, sisanya dari luar daerah, yaitu Blora, Pati, Semarang (Jawa Tengah), dan Jakarta," kata Kasi Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Wardoyo di Bantul, Jumat.

Festival tersebut digelar oleh Pusat Seni dan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PSBTY) bekerja sama dengan Dispar DIY serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul.






Festival yang sudah menjadi agenda tahunan itu digelar dalam rangka perayan Peh Cun, yang diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 tahun China, yang jatuh pada 9 Juni 2016.

Wardoyo mengatakan Festival Perahu Naga 2016 akan menggunakan lintasan sepanjang kurang lebih 500 meter di utara Pantai Depok.

"Panjang lintasan pada festival ini sama seperti tahun lalu, festival ini memperebutkan Piala Gubernur DIY Sri Sultan HB X serta hadiah uang pembinaan kepada peserta terbaik dengan total sekitar Rp100 juta," katanya.

Sebelumnya, Festival Perahu Naga digelar di Bendung Tegal, Desa Wisata Kebonagung, Imogiri Bantul.

"Dispar DIY memang mendorong objek wisata Pantai Depok bisa dijadikan destinasi wisata air di wilayah DIY, itu yang menjadi pertimbangan kami untuk memilih pantai Depok," katanya.

Sumber: AntaraNews

Rabu, 25 Mei 2016

6 Surga Tersembunyi Di Bantul Yang Sebaiknya Anda Kunjungi

tujuan wisata bantul

Bantul selama ini dikenal sebagai tempat destinasi para wisatawan. Sebagai kabupaten paling selatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), wisata pantai menjadi salah satu objek unggulan Bantul. Selain itu juga ada tempat wisata budaya maupun sentra produksi kerajinan yang selalu mencuri perhatian para wisatawan.

Jika selama ini pelancong mengenal Bantul hanya dari Pantai Parangtritis, Makam Imogiri maupun Sentra Kerajinan Keramik Kasongan, ternyata masih ada beberapa lokasi menarik yang harus dikunjungi. Dimanakah surga tersembunyi tersebut?

Hutan Pinus Mangunan

Tempat ini cocok bagi para wisatawan yang menyukai alam dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Hutan Pinus Mangunan berada di kawasan perbukitan di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Hutan ini merupakan bagian dari Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan yang lokasinya tak jauh dari Imogiri.

Lahan seluas sekitar 500 hektar ini ditanami ribuan pohon pinus yang berjajar rapih. Cahaya matahari mengintip dari sela-sela rimbununya pepohonan sehingga tempat ini cocok untuk dijadikan lokasi foto maupun berwisata bersama keluarga.

Puncak Becici

Tempat wisata baru ini terdapat di Desa Gunung Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Lokasinya yang berada di atas perbukitan membuat mata bebas memandang keindahan alam di bawahnya.

Saat cuaca cerah, Gunung Merapi maupun Sindoro hingga perbukitan Menoreh bisa terlihat dari Puncak Becici. Di kawasan yang masih merupakan lokasi hutan lindung ini juga terdapat sebuah rumah pohon yang cocok untuk dijadikan spot melihat pemandangan sekitar.






Air Terjun Kembar Randusari

Tempat wisata baru satu ini berada di Dusun Rejosari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Sesuai namanya, tempat ini akan menyuguhkan dua air terjun yang saling berdekatan.

Air terjun ini berasal dari perbukitan kapur yang ada di atasnya. Dengan kedalaman sekitar 1 meter para wisatawan dapat menikmati air yang masih jernih sambil menikmati suasana khas pedesaan. Untuk menuju Air Terjun Kembar Randusari wisatawan harus menyusuri jalan setapak melalui persawahan.

Bukit Parang Endog

Jika pernah bersiwata ke Pantai Parangtritis, maka Bukit Parang Endog berada tak jauh dari tempat itu. Bukit ini terletak di sisi timur Pantai Parangtritis dan masih masuk ke wilayah Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.

Bukit ini akan menawarkan pemandangan elok Pantai Parangtritis dari ketinggian. Deburan ombak pantai selatan terlihat indah menyapu bebatuan karang di tepi pantai. Lokasi ini juga sering dijadikan spot para penggemar olahraga paralayang untuk landasan pacu.

Jurang Pulosari

Jurang Pulosari merupakan nama sebuah air terjun yang terletak di Dusun Krebet, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Tempatnya memang cukup terpencil dan masih asri, sehingga untuk sampai ke Jurang Pulosari wisatawan harus menyusuri jalan setapak.

Namun lelah itu semua akan terbayar setelah melihat keelokan Jurang Pulosari. Berada diantara dua perbukitan, air dari ketinggian sekitar 10 meter akan memancar ke bawah membasahi bumi.

Goa Cerme

Objek wisata ini merupakan mata air sekaligus goa di bawah perbukitan batu kapur. Goa Cerme berada di Dusun Srunggo, Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bantul.

Berada di tempat ini wisatawan akan diajak untuk menyusuri sungai bawah tanah sejauh sekitar 1 km. Perjalanan menantang akan ditemui wisatawan, mulai dari bebatuan kapur yang masih alami, stalagtit maupun stalagmit ada pula di sini. Konon goa ini juga dahulu sering dijadikan lokasi para Wali Songo untuk bertemu dalam mensyiarkan Islam di tanah Jawa.

Sumber: Okezone

Selasa, 03 Mei 2016

Parangtritis, Pantai Paling Legendaris di Bantul

Wisata Pantai Parangtritis

Sedari dulu, Parangtritis menjadi pantai incaran traveler yang ke DI Yogyakarta. Apalagi ada super long weekend minggu ini, pasti Parangtritis diserbu wisatawan.

Meski sudah banyak pantai bermunculan di DI Yogyakarta, Parangtritis tak pernah kehilangan pamornya. Pantai yang berada di Bantul ini memiliki bibir pantai yang lebar dan panjang. Sehingga banyak wisatawan betah lama-lama liburan di sana.

Seperti kebanyakan pantai besar, ada tulisan PANTAI PARANGTRITIS di tepiannya. Berwarna merah dan terlihat begitu fotogenik untuk diabadikan dalam kamera.






Selain berenang di tepiannya, ada beberapa kegiatan seru yang bisa dilakukan di sini. Di antaranya adalah menaiki andong dan melaju di tepian pantai, atau naik kuda yang berjalan santai di tepi pantai.

Ingin lebih menantang, cobalah menyewa ATV dan melaju di tepian pantainya. Harga sewanya sekitar Rp 100 ribu per 30 menit. Seru!

Jika ingin melihat wajah tercantik Parangtritis, datanglah saat sore hari. Sunset di sini begitu indah.

Langit yang kemerahan terpantul sempurna di permukaan air. Ombak yang lembut pun membuat suasana terasa lebih romantis.

Sumber: Detik